بسم الله الرحمن الرحيم
Kami yakin, bahwa tantangan pendidik terutama sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) tidaklah mudah. Maka dari itu, perlu terobosan mutakhir untuk menyelamatkan generasi masa depan.
Disini kami hadir sebagai salah satu usaha dalam mengembangkan pola-pola pendidikan, khususnya tingkat sarjana, sehingga mampu menjadi agen penggerak perubahan sosial di masyarakat menjadi lebih baik. Tak pelak lagi, bahwa pada zaman sekarang (apalagi pada masa depan), memasuki era globalisasi problema sosial dan tantangan hidup menjadi lebih berat dan kompleks. Muncul persoalan-persoalan baru yang belum pernah dibahas secara literal, sebagaimana dalam kitab suci. Bagaimana seorang pendidik mampu mensinkronkan dan memberi solusi terhadap dua hal yang sering dipahami sebagai bertolak belakang, antara keyakinan (agama) dan dunia (materi). Sehingga nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga seiring dengan perjalanan waktu.
Sangat ironis, melihat kenyataan bahwa remaja-remaji sekarang lebih memilih menyukai ilmu lain dari pada belajar hikmah yang bersumber dari agama. Bahkan perhatian pembuat kurikulum, pemerintah dan sekolah secara tidak langsung turut membuat pendidikan agama berada pada posisi di bawah. Disisi lain, juga kita menyadari bahwa peran guru-guru agama memang terlalu melangit, hanya berbicara soal halal haram, selalu menakut-nakuti dengan siksaan dan neraka, monoton, terbatas pada teks (literal) dan sebagainya, sehingga membuat kesan ilmu agama menjadi semakin dijauhi.
Maka dari itu, pertama yang mesti kita lakukan adalah merubah karakter guru agama dari kesan-kesan negatif, dipermak menjadi manusia-manusia unggul – yang berpikiran terbuka, berwawasan luas, inovatif, kreatif, dan tentu saja bijaksana. Dan untuk mencapai hal tersebut, sistem perkuliahan biasa tidak mampu mewujudkan manusia-manusia yang berkarakter Islami. Sehingga keberadaan kampus boarding merupakan kemestian yang harus diperjuangkan. Dan untuk jawaban atas panggilan tersebut, kami sediakan beasiswa…
Kenapa harus boarding?
- Pendidikan karakter mengharuskan diasah secara kontinyu menjadi suatu kebiasaan dan pondasi dalam hidup.
- Penguasaan pembelajaran dan diskusi ilmiah dilakukan secara penuh dalam sehari.
- Mewujudkan kemandirian, self esteem, cinta belajar, semangat berbagi dan tanggung jawab sosial.
- Dibina oleh para dosen yang berkompeten dalam bidang pendidikan dan keislaman.
- Disediakan beasiswa dan jaminan hidup di asrama.
- Kelulusan lebih cepat dibanding S1 pada umumnya.
Diasuh oleh:
Ketua Yayasan Madinatul Ilmi:
Dr. Abdurrahman Bima, M.A
Rektor STAI Madinatul Ilmi:
Mahdi Alaydrus, M.A
Berita
Setelah beberapa persiapan selesai, tepat pukul dua siang acara dibuka oleh Bapak Tismat,M.Pd Selaku pembawa acara, Bapak Tismat membacakan beberapa runtutan acara yang akan dilaksanakan pada siang itu. Kemudian beliau mempersilahkan salah seorang mahasiswa STAI Madinatul Ilmi, Samsul Arifin seorang … [Read More...]
Hari Ahad, 19 Februari 2012 berlangsung acara belajar SLiMS (Senayan Library Management System) di kampus STAI Madinatul Ilmi, Depok. Komunitas SLiMS Jakarta kali ini mengadakan acara belajar bareng SLiMS untuk ke 3 kalinya setelah sebelumnya diadakan di Perpustakaan Diknas dan Perpustakaan UI. Pemateri … [Read More...]
Diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as bahwa beliau berkata, “Salah seorang sahabat Nabi saaw mengalami kesulitan hidup yang sangat berat dari segi ekonomi. Suatu hari istrinya berkata kepadanya, “Pergilah kamu menemui Rasul Allah saaw dan mintalah bantuan dari beliau.” Maka orang ini pun memberanikan … [Read More...]
Add to Google
Komentar
Ami
Tema yang menarik.. Apakah saya bisa mendapatkan rekaman video dari acara tsbt???[...]
azwarmuin
Semoga kita menjadi hamba-hambanya yang selalu ikhlas memberi...amin
azwarmuin
Wah mantap tuh....acara semacam ini bisa lebih memperkenalkan STAI Madinatul Ilmi,[...]